0

Hidup Ini Tak Ubahnya Seperti Tanaman Eceng Gondok

Posted by admin on 7:33 PM in

Terkadang hidup kita ini tak ubahnya seperti tanaman eceng gondok.
Akarnya tidak sampai kebumi,
Daunnya tidak sampai kelangit,
Terombang - ambing oleh derasnya arus air dan angin,
Ditengahnya dimakan kumbang pula.

0

Banyak orang berkata "Menunggu itu adalah pekerjaan yang paling membosankan"

Posted by admin on 5:39 PM in

Banyak orang berkata "Menunggu itu adalah pekerjaan yang paling membosankan";
akan tetapi tidak menurut seorang muslim,
'Ketika Dia harus menunggu , iapun tersenyum dan berkata "Alhamdullillah, 
Allah memberikan Waktu luang untuk ku agar aku bisa lebih mudah masuk surga" 

kok bisa ? 
bagaimana tidak bisa !, 
tatkala dia menunggu kemudian mulutnya mengucapkan "Subhanallah wabihamdihi, subhanallahil 'Adzhim".

sebagaimana sabda beliau Nabi kita yang muliya:
"Dua kalimat ringan diucapkan lidah, berat dalam timbangan dan disukai oleh (Allah) Arrohman, yaitu kalimat: "Subhanallah wabihamdihi, subhanallahil 'Adzhim"." (HR. Bukhari).

0

Tidurlah engaku wahai anakku....

Posted by admin on 1:58 AM



Tidurlah engaku wahai anakku....
Dibawah lindungan dan penjagaan Penciptamu...
Tidak usah peduli dengan peperangan disekitarmu...
Acuhkan saja kezoliman penguasa dan bala tentaranya...
Engkau masih terlalu kecil untuk mengerti semua ini...
Engkau masih terlalu muda untuk merasakan pedihnya kehilangan sanak saudara....
Biarkanlah dirimu berjalan dengan taqdir Tuhammu...
Jika tiba waktunya maka engkau jadilah seorang lelaki yang sesungguhnya...
Maafkanlah kami yang tak kuasa memberi secercah kebahagiaan kepadamu...
Tak kuasa untuk membelikan mainan buatmu...
Hanya doa dari mata yg berlinang semoga bermanfaat bagimu..,
Hanya kepada Robmu kami mengadu....



By : Ust.Firanda

0

Sesama Hewan Landak tidak mungkin saling merapat satu dengan lainnya.

Posted by admin on 1:49 AM in
Sesama Hewan Landak tidak mungkin saling merapat satu dengan lainnya.

Duri duri tajam yg mengitari tubuhnya adalah penghalang utama mereka untuk melakukan hal di atas. Bahkan kepada anak kandungnya sendiri....

Ketika musim dingin tiba, membawa hembusan badai salju susul menyusul, serta cuaca dingin yg menggigit tulang, dalam kondisi kritis seperti ini, para landak itu terpaksa saling merapat satu dengan lainnya, demi menghangatkan tubuh2 nya meski mereka harus berjuang menahan perih dan sakitnya duri2 landak lain yg menusuk, melukai kulit2 mereka.

Jika sekawanan landak itu telah merasakan sedikit kehangatan, segera saja mereka saling menjauh, namun jika rasa dingin kembali merasuk ke dalam tubuh mereka, mereka akan segera merapat lagi... dan demikianlah seterusnya.

sepanjang malam, landak2 itu disibukan oleh kegiatan saling menjauh dan saling mendekat.

Merapat terlalu lama akan menimpakan atas mereka benyak luka. Sementara jika mereka saling menjauh dalam waktu yg lama justru bisa saja rasa dingin menewaskan mereka.

Demikianlah keadaan kita manusia dalam hubungan interaksi sosial antara sesama kita dalam hidup ini, tentu tak seorang manusiapun terbebas dari duri2 (kesalahan2) yg mengitari dirinya, demikian halnya org lain...

Tentu mereka sama sekali tidak akan dapat merasakan kehangatan jika mereka tidak rela bersabar menanggung perihnya duri2 (kesalahan) org lain pada saat saling merapat.

Oleh karena itulah:

Siapa saja yg hendak mencari sahabat tanpa kesalahan, niscaya ia akan hidup sebatang kara.

Dan barang siapa yg ingin mencari pendamping hidup sempurna tanpa kekurangan, niscaya ia akan hidup membujang.

Dan barang siapa yg berusaha mencari saudara tanpa problema, niscaya ia akan hidup dalam pencarian yg tiada akhirnya.

Barang siapa yg hendak mencari kerabat yg ideal dan sempurna, niscaya ia akan lalui seluruh hidupnya dalam permusuhan.

Maka, bersabarlah menanggung perihnya kesalahan orang lain, agar kita dapat mengembalikan keseimbangan dalam hidup ini.

Camkanlah ....jika engkau ingin hidup bahagia, jangan menafsirkan segala sesuatu, jangan pula terlalu kritis pada segala hal, serta jangan terlalu jeli meneliti segala sesuatu.

Sebab jika seseorang jeli meneliti asal usul berlian, ia akan mendapti ternyata berlian itu bermula dari bongkahan batu hitam.

***

Diterjemahkan dari faedah yg dishare oleh Syekh Abu Muhammad as - Sulmiy -hafizhohullah -

Diterjemahkan oleh akhukum Fadlan Akbar, Lc

0

Bagaimana bila diturunkan dari jabatan?

Posted by admin on 1:48 AM in
Bagaimana bila diturunkan dari jabatan?

Ia menjawab :
Alhamdullillah,
Dengan diturunkannya jabatan, manjadikan aku lebih dekat dengan robku,
menjadikan aku lebih banyak beribadah dan berdoa.
dan Allah berikan kabar gembira : "sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan"

seberapa besar kesulitan saya , setelah diturunkan dari jabatan ,
sebesar itulah Allah berikan kemudahanya.


0

Mereka hadir di majelis talim Akan tetapi tidak pernah menghadirkan hati.

Posted by admin on 1:46 AM in
Mereka hadir di majelis talim,

Akan tetapi tidak pernah menghadirkan hati.


Apakah kita belajar dien hanya untuk memperkeras hati?

untuk menendang?

untuk menyakiti kaum muslimin?

Tidak...!

Demi Allah kita belajar dien.

untuk bisa bersimpuh di depan Robul Alamin.


Note :
Dien= Agama Islam  

0

Orang tua dan anak bukan saya yang memilih, tapi Allah yang menganugerahkannya.

Posted by admin on 1:44 AM in
Seorang dosen mengadakan permainan kecil kepada mahasiswanya yang sudah berkeluarga dan meminta 1 orang maju kedepan.

Dosen : " Tulis 10 nama yang paling dekat dengan anda" Lalu mahasiswa tersebut menuliskan 10 nama, disana ada nama tetangga, orang tua, teman kerja, sahabat, anak dan juga istri nya serta seterusnya.

Dosen : Sekarang silahkan pilih 7 diantaranya yang sekiranya anda ingin hidup terus bersamanya. Mahasiswa itu menghapus 3 nama yang ditulisnya tadi.

Dosen : Hapus 2 nama lagi,sehingga tinggal lah 5 nama lagi yang ada di papan tersebut.

Dosen : "Hapus 2 nama lagi", maka tersisalah 3 nama, yaitu nama orang tua, anak dan istri nya. Suasana kelas menjadi hening, mereka berfikir semua sudah selesai dan tak ada lagi yang harus dipilih.

Tiba-tiba dosen berkata : "silahkan coret 1 nama lagi!", Mahasiswa itu perlahan mulai mengambil keputusan yang sulit dan menghapus nama orang tuanya secara perlahan.

Dosen : Silahkan Pilih 1 Nama lagi!.

Mahasiswa menjadi bingung.

Kemudian mengangkat kapur dan lambat laun mulai menghapus nama anaknya dan mahasiswa itu pun menangis.

Setelah suasana tenang, sang dosen bertanya kepada mahasiswa itu. :" kenapa kau tidak memilih orang tuamu yang telah melahirkan dan membesarkanmu, tidak juga memilih anak yang darah daging anda sendiri, sedangkan istri itu dapat kau cari lagi.

Semua orang di dalam kelas tersebut terpana menunggu jawaban dari Mahasiswa tersebut.

Lalu sang Mahasiswa menjawab " Seiring waktu berlalu, orang tua saya akan pergi dan meninggalkan saya, sedangkan anak jika sudah dewasa lalu menikah , setelah itu juga pasti akan meninggalkan saya. Sedangkan yang benar-benar bisa menemani saya dalam hidup ini hanyalah ISTRI saya. Orang tua dan anak bukan saya yang memilih, tapi Allah yang menganugerahkannya. Sedangkan ISTRI, sayalah yang memilih dari sekian banyak wanita yang ada di dunia. (Amri)

Copyright © 2009 Just For My Self All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.